Perbaikan Harga Barang – Barang Komoditas Memacu Pertumbuhan Ekonomi RI

ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi-140619-andri

BI memprediksi pertumbuhan ekonomi yang ada di kuartal IV tahun ini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Harga komoditas yang semakin membaik menjadi salah satu faktor motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Temukan cara mudah berbisnis UKM dan promo dengan Jual Meja Promosi .

Direktur Eksekutif di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) yang bernama Juda Agung mengatakan, pada kuartal IV 2016 harga barang -barang komoditas tambah baik serta akan mendorong ekspor nasional. Ekspor yang semakin membaik akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga kami memperkirakan, pada triwulan IV sudah ada peningkatan eskpor yang menambah baik. Bukan hanya harga, riilnya juga meningkat. Kami optimistis di triwulan IV sehingga jumlahnya kami  perkirakan baru sekitar 5 persen. Tapi kami lebih optimistis dibandingkan sebelumnya,” kata beliau di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Tahun 2017, BI telah memasang target kinerja pertumbuhan ekonomi antara 5 sampai 5,4 %. Rentang yang cukup lebar ini merupakan antisipasi pada pertumbuhan ekonomi global. “Terkait pertumbuhan global. Lalu bagaimana respon bila terjadi perubahan arah kebijakan di Amerika Serikat, China,” kata dia.

Bukan hanya dari global, perkembangan di domestik juga akan menentukan arah perekonomian Indonesia. Apalagi, pemerintah berencana melakukan penyesuaian terhadap tarif dasar listrik (TDL) dan elpiji.

Penyesuaian tersebut jelas akan berakibat pada efek inflasi. Pasalnya, inflasi yang tinggi akan mengganggu perekonomian terutama berpengaruh pada sisi konsumsi masyakat.

“Kami akan selali memonitor dan mengkoordinasi dengan pemerintah agar timing kenaikan, penerapan, apa ganggu capaian sasaran inflasi. Kalau tingkat inflasinya sangat tinggi tekan pertumbuhan dan kemiskinan,” tukas dia.

Sebelumnya, pemerintah RI juga semakin optimistis ekspor nasional akan bertambah terus dalam hal perbaikan. Hal tersebut ditopang oleh jumlah kenaikan harga komoditas yang semakin membaik. Dengan perbaikan ekspor tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kenaikan harga barang – barang komoditas akan menggiring ekspor nasional. Namun, dia tetap mewaspadai dari faktor  volume ekspor.

“Beberapa indikator terakhir menunjukan beberapa harga barang komoditas positif. Tentu itu kita akan memantau dari sisi volume, trading yang membuat saya harus lebih hati-hati,” kata dia dalam sebuah acara Indonesia Economic Outlook 2017 di lokasi Hotel Mulia Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Tahun depan, lanjut Sri Mulyani, potensi ekspor akan meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi maju.

“Trennya di tahun 2017 kalau mesin ekonominya bertambah  maju mulai menyala terutama tadi AS nampaknya kenaikan suku bunga tapi diiring optimisme pertumbuhannya lebih tinggi. Dari tahun ini 1,9 % bisa jadi tahun depan di atas 2 %. Dan dengan hal itu diharapkan perekonomian tergantung dari negara AS akan mengalami tren yang lebih positif. Itu mungkin yang dapat menjadi harapan kita,” jelas dia.

Kendati ada peluang peningkatan ekspor dia juga mewaspadai adanya aliran modal keluar terutama efek/pengaruh kenaikan suku bunga AS. “Namun Saya dapat mengatakan bahwa normalisasi kebijakan moneter mungkin dapat mempengaruhi sentimen capital flow negara berkembang,” ujar dia. (Amd/Gdn)